RubriKNews.com, LEBONG -.Kamis dini hari (14/12) sekitar pukul 01.00 WIB, warga Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, mendadak heboh. Bagaimana tidak, Agusti pemuda yang berusia 23 tahun ini ditemukan tewas dalam kondisi tergantung menggunakan ikat pinggang warna coklat yang melilit dilehernya, dimana tali pengikat tersebut terikat di atas plafon kamar. Diduga, pemuda ini nekat mengakhiri nyawanya dengan gantung diri, lantaran putus cinta.
Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra, S.Ik melalui Kapolsek Rimbo Pengadang Iptu Sriyanto tidak membantah hal tersebut. Dikatakannya, pihaknya mengatahui adanya pemuda gantung diri atas informasi dari warga setempat. Diketahui, korban pertama kali ditemukan tergantung di kamar oleh orang tua korban bernama Amri (55) beserta kakak Kandung Korban, Burhan Dahri (35) serta Paman Korban, Tomo (45) sekitar pukul 01.00 Wib.
” Korban diketahui gantung diri setelah, Amri orang tua korban mendapatkan informasi dari orang yang tidak dikenal (OTD) melalui telpon seluler sekitar pukul 00.30 Wib. Dimana, OTD tersebut meminta kepada Amri untuk melihat Agus di dalam kamarnya,” ungkap Kapolsek.
Sambung Kasat, mendapatkan informasi tersebut Amri langsung mendobrak pintu kamar Agus yang dalam kondisi tertutup. Alhasil, setelah pintu berhasil terbuka, ia mendapati Agus sudah dalam kondisi tergantung. Melihat pemandangan yang memilukan ini, Amri beserta kakak kandung dan paman korban langsung bergerak cepat memberikan pertolongan, dengan memotong ikat pinggang yang melilit di leher korban. Namun, setelah berhasil diturunkan dari tali gantungan, korban sudah tidak bernyawa lagi dan tidak bergerak lagi dengan kondisi tubuh yang sudah kaku dan dingin
” Begitu mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan personil tim identifikasi ke lokasi TKP, dimana yang dapat kami lakukan meminta keterangan dari beberapa saksi. Sementara Barang bukti (BB) yang kami amankan saat ini, berupa 1 buah topi warna hitam dan potongan ikat pinggang. Sejauh ini, belum diketahui apa motif korban melakukan bunuh diri. Karena, saat ini kita masih melakukan pendalaman,” demikian Sriyanto.
Laporan : Apri
Editor : Effendi

